Wednesday, 30 November 2016

Pemerintah Mau Proyek Motor Listrik Nasional Dipercepat?

Ada keinginan dari pemerintah Indonesia agar proyek sepeda motor listrik nasional, Gesits dipercepat realisasinya. Namun, upaya ini ada konsekuensinya, terutama menyangkut regulasi yang belum juga keluar.



Gesits, pertama kali diperkenalkan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, awal Maret 2016. Meski masih berstatus portotipe, gelombang ketertarikan konsumen di Indonesia mulai terlihat nyata. Buktinya, dari situs online yang sengaja dibuka umum oleh Garansindo selaku mitra ITS, sudah tercatat 25.000 unit dipesan.

Baca juga: Gesits Mulai Buka “Pre-order Online”

“Kalau ada yang bertanya mau dipercepat, sebenarnya bisa-bisa saja. Tapi, kami juga butuh komitmen dukungan pemerintah, terutama soal regulasi sepeda motor listrik,” kata Muhammad Al Abdullah, Presdir Grup Garansindo kepada KompasOtomotif, Minggu (7/8/2016) malam.

Sampai saat ini, pemerintah Indonesia belum punya regulasi khusus yang mengatur soal peredaran kendaraan listrik. Kondisi ini seolah acuh terhadap perkembangan teknologi otomotif global yang sudah mengarah pada produk ramah lingkungan, meninggalkan bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber energi utama.

Baca juga: Konsep Gesits Memberdayakan Ekonomi Rakyat

Tanpa adanya regulasi khusus, kendaraan listrik yang saat ini ada di jalan Indonesia, praktis paperless alias tanpa surat resmi. Jika suatu kendaraan listrik bisa punya nomor polisi dan STNK, statusnya masih sebagai kendaraan khusus atau pajak dihitung mengonversikan dengan mesin konvensional.

Skema regulasi kendaraan listrik, sebenarnya sudah tertuang dalam rencana penerbitan proyek industri berjuluk Low Carbon Emmision (LCE). Program ini sebenarnya terbundel dengan program pemerintah lain, yakni low cost and green car (LCGC) yang sudah terbit duluan, sejak akhir 2014.

“Sebagai pengusaha tentu langkah maju bisa dilakukan hanya dengan dukungan pemerintah. Apalagi ini bicara teknologi maju hasil karya anak bangsa, pemerintah seharusnya bisa lebih proaktif dalam mempercepat regulasi,” ucap Al.

Janji Suzuki, Bangkit dan Beri Kejutan di IMOS 2016

Dalam siaran resmi yang menyebutkan kesiapan mendekati Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2016, 2-6 November, di Jakarta, SIS berjanji mendatangkan product yang akan jadi keluarga baru dalam histori perusahaan. Tak dijelaskan produknya, namun apa lagi bila bukanlah pada GSX-R150 atau GSX-R250? Suzuki bahkan juga menyebutkan product baru itu bakal mengenalkan pada dunia untuk pertama kalinya, satu product yang mewarisi kebiasaan serta tehnologi motor sport Suzuki. Suzuki GSX 250R



SIS juga mengklaim kalau product baru itu miliki kehebatan serta kecanggihan semakin maju di kelasnya. Kemunculan product itu juga dijanjikan akan berikan kenikmatan untuk pengunjung IMOS. Temani motor andalan, rangkaian product Suzuki yang lain siap pamer juga, seperti All New Satria F150, Address FI, Inazuma 250, V-Strom 650, serta ultimate supersport Hayabusa GSX-1300R. Tidak ketinggal, Suzuki GSX-RR MotoGP sebagai lambang kecanggihan tehnologi dan kecepatan Suzuki juga turut mejeng. Spesifikasi Suzuki GSX 250R

Promo serta paket penjualan dan beberapa produk Suzuki Genuine Asesoris & Apparel akan jadi gimmick. Pengunjung dapat juga rasakan product Suzuki dengan cara segera di ruang test ride. ”Tahun ini Suzuki bakal memberi surprise besar untuk umum Indonesia. Satu product baru yang telah lama dinanti untuk selekasnya dipunyai. Peristiwa IMOS kami gunakan untuk mengenalkan product itu untuk pertama kalinya. Bukan sekedar di Indonesia, tetapi di semua dunia, ” ucap Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Departement Head SIS.

Design paten sepeda motor jenis sport punya Suzuki, GSX-R250 paling baru, sudah menyebar didunia maya. Kenyataan ini mungkin saja bukti bila Suzuki bakal masuk ke segmen mesin kecil di Australia, walau masihlah belum di ketahui kapan bakal di luncurkan. Seperti dilaporkan, Asphaltandrubber serta MCN Australia, Jumat (5/8/2016) tetapi memanglah hingga sekarang ini kemampuan mesin yang bakal dipakai Suzuki masihlah belum tentu. Ada yang menyampaikan mempunyai mesin 250cc, atau kian lebih itu, seperti trend pasar sekarang ini dengan kubikasi 300cc.



Harga Murah, Begini Hasil Uji Tabrak Renault Kwid

Kwid jadi satu diantara mobil yang sekian kali dites tingkat keamanannya dalam uji tabrak (crash test) oleh Global NCAP. Ujian pertama dilewati dengan hasil jelek, dimana mobil ini sekalipun tidak memperoleh bintang. Lantas, ujian ke-2 dikerjakan belum lama ini, di mana Renault memberi satu kantung hawa untuk pengemudi. Type ini sama persis dengan apa yang bakal diperoleh beberapa penggunanya di Indonesia. Renault Koleos



Akhirnya naik sedikit, Kwid memperoleh semasing satu bintang untuk penumpang dewasa serta anak-anak. Sekurang-kurangnya, hasil ini sedikit tambah baik dari Datsun Go. Namun butuh dicatat, hasil satu bintang bukanlah bermakna kabin Kwid tidak dapat melind penumpangnya. Masihlah ada sabuk pengaman tiga titik yang juga mungkin saja pelindung, supaya penumpang tidak terbentur bebrapa sisi kabin. Menurut David Ward, Sekjen Global NCAP diambil dari siturs resminya, Kwid dapat lebih bintang lagi bila minimum ada dua kantung hawa serta diperlengkapi feature keamanan yang lain. Spesifikasi Renault Koleos

Di India, Kwid type paling tinggi telah memperoleh penambahan system rem ABS. Sayang, di Indonesia, feature ini tidak juga diikutkan. Meski sekian, tetaplah ada keunggulan yang dapat diperoleh customer dengan harga itu, mulai kelebihan system hiburan serta gengsi merk Eropa yang menempel kuat. Renault barusan mengenalkan SUV medium, New Koleos. Jenis ini memanglah telah di luncurkan pada arena Beijing Motor Show 2016, April lantas. Namun belum semuanya negara memperoleh SUV ini, termasuk juga Indonesia, yang gagasannya akan meluncur Oktober yang akan datang.

New Koleos didesain berdasar pada basis Common Module Family (CMF-CD), hasil pengembangan Renault berbarengan Nissan. Koleos miliki DNA yang sama juga dengan generasi paling baru Nissan X-Trail serta Renault Kadjar. Renault menyebutkan New Koleos sebagai SUV andal, gagah, kuat, pas di semuanya medan, dan semuanya kalimat yang menarik ketertarikan. Namun, KompasOtomotif memperoleh peluang mujur buat rasakan segera New Koleos, di kota aslinya, Paris, Perancis.



Di Balik Harga Murah Renault Kwid


Th. depan, Renault akan memboyong Kwid bertransmisi automatis. Hal semacam ini telah ditegaskan Quincy Govin, Head of Product Strategy ASEAN, Renault waktu peluncuran Kwid, Rabu (19/10/2016), kalau pilihan transmisi dua pedal telah ada pada kiat ke depan. Renault Kwid saat ini resmi jadi pilihan baru untuk orang-orang Indonesia yang inginkan mobil dengan harga terjangkau. Tetapi walau di bandrol murah, Kwid mempunyai sebagian kekurangan yang harus di perhatikan calon pembelinya. Renault Kwid



Terkecuali lantaran aspek aliansi Renault-Nissan serta memakai free trade agreement (FTA) untuk mengirimnya dari India, nyatanya dari pantauan Otomania ada banyak hal yang bikin harga mobil ini dapat ditekan. Hal pertama yaitu segi keselamatan. Walau telah diperlengkapi dengan airbag, tetapi cuma berperan membuat perlindungan ingindara, untuk tidak penumpang di sampingnya. Dari data spesifikasi juga tak dijelaskan ada info apabila crossover ini telah diperlengkapi dengan perangkat anti-lock braking sistem (ABS). Spesifikasi Renault Kwid

Masihlah sekitar interior, melirik ornamennya memanglah di buat cukup sporty dengan gabungan warna gelap serta merah, namun sayang untuk sabuk pengaman di baris ke-2 belum diperlengkapi dengan ISOFIX. Setelah itu, kaca belakang tak diperlengkapi dengan power window. Apabila menginginkan buka atau tutup kaca, penumpang mesti lakukan dengan cara manual dengan engkol seperti mobil jaman dahulu.

Dari segi ekterior, dengan cara penampilan memanglah lebih modern apabila dibanding dengan mobil LCGC (low biaya green car) yang ada di Indonesia, namun butuh diingat walau statusnya adalah mobil Eropa, namun Kwid di buat serta di kirim dari India.
Bidang kaki-kaki mempunyai ground clearance yang cukup tinggi di kelasnya, namun tampak ramping lantaran cuma dimodali pelek kaleng berdimensi 13 inci, yang didapatkan cover penutup dengan tiga PCD.

Friday, 25 November 2016

Hubungan Hino-Isuzu Makin Mesra di Jepang

Persaingan ketat sangat terasa di segmen kendaraan niaga, antara Hino dan Isuzu. Ternyata, kondisi 180 derajat terjadi di Jepang, di mana kedua perusahaan semakin menikmati kemesraan hubungan.



Faktanya, proyek  J-Bus, hasil kolaborasi Hino dan Isuzu, akan menambah volume produksinya 30 persen, mulai Oktober 2016 nanti. Kedua belah pihak menargetkan 2.500 unit bus bisa diproduksi untuk tahun fiskal 2016.

Perusahaan dengan kepemilikan sama rata (50-50) ini berbasis di Prefektur Ishikawa, Jepang, memproduksi bus berkapasitas penumpang 30 orang lebih. Harga satu unit bus berkisar 30 juta yen - 45 juta yen, atau sekitar Rp 3,8 miliar - Rp 5,7 miliar.

Produk J-Bus yang dijual oleh Hino menggunakan nama S’elega, sementara Isuzu, menamainya, Gala. Pada bulan yang sama, J-Bus juga akan menambah jam kerja pada malam hari, dengan juga melakukan perekrutan baru, untuk menangani meingkatnya pemesanan, seperti dilansir Nikkei, Minggu (7/8/2016).

Hino dan Isuzu mulai menggeser produksi mereka ke perusahaan patungan sejak tahun 2004. Sejak itu permintaan bus meningkat, dengan hadirnya banyak wisatawan asing ke Jepang. Pada tahun lalu penjualan bus di Jepang menapai 5.000 unit. Angka ini menjadi yang pertama kalinya dalam 7 tahun terakhir.

Bukan hanya sekedar bus, kali ini teknologi keamanan terbaru juga sudah mulai diaplikasikan, mulai dari rem untuk memperkecil kerusakan dari kecelakaan, dan sebuah mekanisme yang bisa mencegah bus untuk terguling atau jungkir balik.

Sunday, 20 November 2016

Kehangatan Clubman "Si Besar" dari Keluarga Mini

New Clubman hadir sebagai jawaban Mini terhadap pasar yang lebih luas di Indonesia. Jika kita biasa melihat model merek ikonik ini biasa dalam ukuran kompak, Clubman Cooper S baru, hadir layaknya sang kakak, dengan dimensi lebih besar, seolah menawarkan kehangatan berkendara bersamanya.



Desain eksterior Clubman tidak memiliki perbedaan dengan model Mini lainnya. Namun, bicara dimensi, bodi Clubman ini berukuran 27 cm lebih panjang, 9 cm tambah lebar, dan sumbu roda merenggang 10 cm dari model terdahulu.

New Clubman Cooper S yang merupakan trim tertinggi Clubman nampak sporty dengan tambahan ornamen garis di bagian kap. Sentuhan khas Mini untuk model top of the line dalam jajaran model. Penempatan air scoop menambah tampilan mobil ini terasa klasik sekaligus tangguh.

Bicara soal bagian depan, Clubman terbaru ini sudah menggunakan lampu utama LED dengan sentuhan daytime running light (DRL) bundar yang khas. Sentuhan krom diberikan pada lis tirai udara dan bemper bagian bawah.


Otomania/Setyo Adi
MINI Clubman Cooper S
Pintu Split
Paling menarik perhatian adalah bagian belakang, di mana terdapat pintu belakang model split. Ini membuat Clubman menjadi mobil lima penumpang dengan enam pintu. Pintu belakang ini terdiri dari dua bagian dan akan membuka ke samping, membuat akses masuk barang ke bagasi jauh lebih mudah.

Sementara itu, lampu belakang LED hadir dengan rancangan baru yang dipasang horisontal terintegrasi dengan daun pintu, juga dengan sentuhan krom. Cooper S Clubman memiliki bemper yang dioptimalkan secara aerodinamis termasuk elemen diffuser dan dua pipa knalpot yang dipasang terpisah.

Terakhir, sentuhan pelek 17 inci dengan model palang menambah aura sport lebih terasa. MINI Clubman Cooper S dibanderol dengan harga Rp 869 juta off the road.

Masih ada lanjutan review model terbaru MINI ini di KompasOtomotif, simak lanjutannya di artikel berikutnya

Friday, 18 November 2016

Suzuki GSX-R1000 dengan Harga Bersaing

Lanjut ke sisi dapur picu, suzuki membekalinya dengan mesin type 4 tidak, 90˚ V-twin, berteknologi DOHC, dengan kubikasi sebesar 645cc. Lihat besar kemampuan mesin yang dibawanya, pastinya tidak butuh lagi ragukan kemampuannya, terlebih didalammnya juga di dukung dengan dual spark tehnologi, yang dapat membuahkan dororingan kuat pada piston, alhasil performa yang disemburkan dari dalam dapur picu, merasa demikian besar, bahkan juga sangat mungkin tiap-tiap pemakai untuk dapat meraih kecepatan maksimum cuma dalam hitungan detik saja. Harga Suzuki V-Strom 650 XT ABS

Desain Suzuki V-Strom 650 XT ABS

Manfaat mensupport pemakaian motor yang tambah nyaman, suzuki sendiri lengkapi sisi depan dengan suspensi jenis teleskopik di bagian depan, serta sisi belakang memakai jenis mono shock cross type link tipe, yang nanti bisa sesuai dengan cara manual lewat panel yang ada di bagian sebelahnya. Terkecuali dapat sesuai, pada ke-2 kaki-kaki yang di usungnya, suzuki sendiri mengklaim bila suspensi kepunyaannya dapat meredam getaran dengan cara prima, serta mantapnya lagi, dengan bekal yang dipunyainya itu, sangat mungkin dirinyau untuk dapat menjelajah medan ekstrim tidak ada masalah. Spesifikasi Motor Suzuki V-Strom 650 XT ABS

Namun terlebih dulu butuh anda kenali, velg yang dipakai pada versus XT ABS yaitu jenis jari-jari, cuma saja tidak sama dari velg jari umumnya, dianya tetaplah dapat memakai ban type tubeless, jadi cukup lumrah dengan apa yang dipunyainya itu, harga Suzuki V-Strom 650 XT ABS di bandrol pada nominal jual mahal. Disamping itu, di segi pengeremman, suzuki bekalkan dual disc brake pada bagain depan, serta single disc brake untuk belakang, yang di gabungkan bersamma tehnologi ABS, dengan bekal sekian, telah barang pasti pengereman makin optimal, serta meyakinkan putaran ban akan tidak terkunci meskipun pemakai lakukan pengereman dengan cara mendadak.

Mengenai segi system supply bahan bakar, tehnologi Suzuki Dual Throttle Valve (SDTV) Fuel-Injection Sistem diaplikasikan oleh suzuki pada motor paling barunya, dengannya terkecuali dapat bikin penggunaan bahan bakar makin efektif dengan kata lain hemat, juga dapat dibuktikan dapat mendongkrak performa yang ada jadi tambah lebih powerfull. Serta mantapnya lagi, Suzuki V-Strom 650 XT ABS ini bersertifikat euro4, serta itu bermakna, motor ini betul-betul ramah pada lingkungan dan tentunya ramah juga dengan penggunaan bahan bakar, jadi dapat disebut, motor gede ini sangat prima dalam soal performa.